• Welcome

    SELAMAT DATANG DI BLOG RESMI PUSAT INFORMASI DAN DISKUSI

    Selamat Datang di Virtual Study Dosenmuda.org

    Wednesday, 12 September 2018

    Inspirasi Sukses Penjual Sayur Keliling

    Inspirasi Sukses Penjual Sayur Keliling



    Jangan berkecil hati, terus semangat  ketika berwirausaha yang ditekuni masih kecil masih jauh dari harapaan, kisah penjual sayur ini memberikan inspirasi sukses menjadi contoh bahwa usaha apapun jika ditekuni hasilnya memuaskan.
    Dalam cerita perjalanannya, ada hambatan seperti harus bekerja dulu sebagai TKI di Malaysia selama 10 tahun, berjualan sayur dengan gerobak keliling, jatuh bangun karena harus memulai dari nol, dari ceritanya menunjukkan sebuah kegigihan dalam berusaha, hambatan-hambatan dilalui, sampai akhirnya mendapatkan kemudahan mendapatkan keuntungan dari jualan sayurannya dan bisa menabung sehingga setelah 8 tahun mampu menyewa kios di Jakarta, membeli tanah, dua mobil, merenovasi rumah orangtua di kampung yang tadinya sangat sederhana kini menjadi rumah dengan dua lantai, satu pick-up, dan tiga sepeda motor.

    Pembelajaran dari cerita inspirasi sukses ini kesuksesan diraih tidak singkat banyak rintangan yang harus dihadapi, untuk mencapai kesuksesan membutuhkan waktu yang tidak singkat, dibutuhkan ketekunan.Usaha apapun jika ditekuni, pasti hasilnya memuaskan. Jamal, penjual sayur keliling membuktikannya.

    Sudah delapantahun pria asal Depok itu berjualan di Jakarta. Sebelum menapaki kakinya di Kota Jakarta, Jamal,priakelahiran 1982 inipernah memutuskanuntukmenjadi TKI di Malaysia selama 10 tahun

    Berbekal ijazah SD, ia bertekad menafkahi keluarga, menggantikan orangtuanya yang tak lagi muda.

    ”Awalnya jualan menggunakan gerobak keliling selama 3 tahun di Jakarta. Saat itu belum ada karyawan jadi semua persiapan saya sendiri yang menyiapkannya, mulai dari belanja bahan-bahan yang akan dijual di pasar induk jam 2 pagi, ditata di gerobak, setelah itu baru dijual keliling. Kalau dibilang capek, yaa mau gimana lagi sudah menjadi tuntutan. Capek lahir dan batin, tenaga seperti dikuras habis-habisan. Alhamdulillah, Allah berkehendak lain sampai akhirnya saya mampu menyewa kios di Jakarta. Mungkin bisa dibilang sudah 5 tahun saya menyewa kios” tuturnya saat diwawancara di rumahnya, Rabu (06/09).

    Sayuran dan rempah yang dijual Jamal beragam. Bayam, kangkung, sawi, terong kol, kentang, wortel, tahu, tempe, hingga bawang. Beberapa jenis ikan laut pun ada di rak sayuran Jamal. Harganya sama seperti harga pasar biasa.

    Dalam sehari, Jamal menghabiskan modal Rp 8.000.000-Rp 9.000.000 untuk membeli bahan jualannya. Penghasilan per hari Rp 10.000.000 kalau sama modal. Jadi dalam sehari Jamal memiliki untung Rp 2.000.000.”Alhamdulillah omset saya per bulan Rp 60.000.000 kadang lebih tergantung kondisi. Sekarang saya mampu menyewa kios dengan sewa per tahun Rp 15.000.000, memiliki 3 karyawan. Tiap karyawan saya gaji Rp 3.000.000” akunya.
    Dikatakan Jamal, bahwa dari hasil jualannya, ia mampu membangun rumah permanen di Depok. Mampu menyewa kios di Jakarta, membeli tanah, dua mobil, satu pick-up, dan tiga sepeda motorpun telah berhasil dibelinya.”Alhamdulillah, hasil jualan dapat saya gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat dan dapat menopang hidup keluarga saya,” ujarnya.

    Meski terbilang telah sukses, Jamal mengaku tak akan meninggalkan pekerjaan tersebut. Ia juga berencana melebarkan bisnis lain, untuk dikelola istrinya.




    penulis:
    Nama               : Dwi Susiati Eva Oktavia
    NIM                : 2013116109
    Kelas               : F
    Mata Kuliah    : Kewirausahaan

    No comments:

    Post a comment

    Tentang Dosenmuda.org

    Tentang Kami Bantuan Karir Kontak Kami

    Penghasilan tambahan

    Anda bisa mengajar secara online atau offline (datang ke rumah mahasiswa) dan raih penghasilan jutaan rupiah.

    Ikuti Kami Di

    Dosenmuda.org menyediakan kursus-kursus berkualitas (Massive Open Online Courses) yang dibawakan oleh para instruktur terbaik bangsa di platform berbasis online yang dapat diakses secara GRATIS sampai ke seluruh pelosok Indonesia.